Jumat, 02 Mei 2014

LP PLSQL I


Soal
1. Jelaskan mengenai statmentkondisi pada PLSQL ?!
2. Sebutkan dan jelaskan statment kondisi yang bisa digunakan pada PLSQL ?!


Jawaban
 
Dalam membuat sebuah program, tentu kita akan mengikuti alur bisnis yang telah ditentukan. Jika kondisinya begini maka perlakuannya begini…Jika kondisinya begitu maka perlakuannya begitu…dan demikian seterusnya. Bagaimana PL/SQL mengakomodir kebutuhan ini? Untuk memenuhi kebutuhan ini kita bisa gunakan ‘conditional statement’… Disini kita coba bahas conditional statement di PL/SQL dalam 4 bentuk.

Perintah IF-THEN
Rangkaian perintah-perintah dieksekusi hanya jika kondisi adalah true. Jika kondisi bernilai false atau null, perintah IF tidak melakukan apa-apa. Dalam salah satu kasus, kontrol berlalu kepada perintah selanjutnya.

Bentuk umum :
IF condition THEN
sequence_of_statements
END IF;

Perintah IF-THEN-ELSE
Rangkaian perintah-perintah dalam klausa ELSE dieksekusi hanya jika kondisi bernilai false atau null. Jadi, klausa ELSE memastikan bahwa rangkaian perintah-perintah tersebut dieksekusi.

Bentuk umum :
IF condition THEN
sequence_of_statements1
ELSE
sequence_of_statements2
END IF;

Perintah IF-THEN-ELSIF
Jika kondisi pertama bernilai false atau null, klausa ELSIF akan menguji kondisi lainnya. Perintah IF dapat memiliki sejumlah klausa ELSIF; klausa final ELSE bersifat opsional (bisa digunakan atau tidak). Kondisi-kondisi dievaluasi satu demi satu dari atas ke bawah. Jika suatu kondisi bernilai true, rangkaian perintah-perintah yang ada di dalamnya dieksekusi dan kontrol akan menuju ke perintah selanjutnya. Jika seluruh kondisi bernilai false atau null, maka rangkaian perintah-perintah di dalam klausa ELSE yang akan dieksekusi.

Bentuk umum :
IF condition1 THEN
sequence_of_statements1
ELSIF condition2 THEN
sequence_of_statements2
ELSE
sequence_of_statements3
END IF;

Perintah CASE
Seperti halnya perintah IF, perintah CASE menyeleksi satu rangkaian perintah-perintah untuk dieksekusi. Namun, untuk menyeleksi rangkain perintah-perintah tersebut, perintah CASE menggunakan penyeleksi, bukannya menggunakan banyak ekspresi-ekspresi Boolean.

Bentuk umum :
[<>]
CASE selector
WHEN expression1 THEN sequence_of_statements1;
WHEN expression2 THEN sequence_of_statements2;
WHEN expressionN THEN sequence_of_statementsN;
[ELSE sequence_of_statementsN+1;]
END CASE [label_name];

0 komentar:

Posting Komentar

 
;